“Beberapa prediksi puncak kemacetan kita lihat dimulai dari cuti, kecenderungan kepadatan mulai dari H-4 dan puncaknya H-3 dan H-2. Pada H-1 tetap ada tapi tidak sepadat tanggal 29 dan 30 April. Pada saat arus balik mulai H+3 dan puncaknya H+4 dan H+5. Tanggal ini kita semua harus bekerja keras,” terang Sigit.
Kepolisian menetapkan jadwal penerapan one way saat arus mudik dan arus balik di Tol Jakarta-Cikampek hingga Kalikangkung. Arus mudik dilaksanakan sejak Kamis 28 April hingga Minggu 1 Mei. Sedangkan, arus balik tanggal 6 hingga 8 Mei.
“Ini tolong disosialisasikan untuk mengurai potensi kemacetan,” kata dia.
Tak hanya jalur darat, Sigit meminta jajarannya mengantisipasi, ada strategi di titik-titik penyeberangan seperti Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
“Bagaimana sinergitas mengisi ruang-ruang sesuai tugas pokok masing-masing. Sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan masyarakat yang mudik. Namun mereka tetap sehat dan masalah bisa teratasi,” harap Sigit.
Sigit kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap melakukan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) saat melakukan perjalanan arus mudik maupun arus balik lebaran tahun ini. (ibl)

