Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengatakan transisi energi bersih yang dilakukan di gedung operasional Pertamina merupakan implementasi Environmental, Social & Governance (ESG) secara terintegrasi sehingga nantinya seluruh gedung dan wilayah kerja Pertamina dari hulu ke hilir bebas emisi dan ramah lingkungan. Rata-rata penghematan energi yang disumbangkan dari ke 13 lokasi tersebut mencapai 47%, dan 42% untuk penghematan air.
“Lokasi yang paling banyak menyumbangkan penghematan energi (energy savings) adalah Gedung Integrated Terminal LPG Tanjung Priok Jakarta hingga 60%, dan lokasi yang paling banyak menyumbangkan penghematan air (Water savings) adalah di lokasi Gedung proper center Unit Pengolahan wilayah Sungai Pakning Riau hingga 57%” ungkap Heppy.
Konsep green building merupakan komitmen Pertamina dalam upaya menuju net zero emission sejalan dengan target perusahaan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan meningkatkan bauran energi terbarukan dari 9,2 persen pada 2019 menjadi 17,7 persen pada 2030.
