Tak lama setelah itu Dwi mengatakan ia langsung dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat karena kondisinya yang semakin parah dan membuatnya hanya bisa terbaring kesakitan.
Setibanya di rumah sakit dirinya langsung mendapatkan penanganan pertama untuk menstabilkan kondisi tubuhnya yang kemudian dilakukan pengecekan darah untuk mengetahui penyebab dari sakit perut tersebut. Sebelum melakukan semua tindakan tersebut Dwi mengatakan orang tuanya memastikan dirinya dilayani sebagai peserta Program JKN-KIS.
“Hasil pemeriksaan darah dan diagnosa dokter menunjukan kalau saya terkena penyakit usus buntu dan harus dioperasi berdasarkan arahan dokter, karena mau sembuh saya ikuti arahan tersebut. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar, kemudian saya dirawat selama 5 hari untuk pemulihan, meski menggunakan BPJS Kesehatan saya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh dokter dan perawat, semuanya terasa maksimal, ditambah lagi kamar rawat yang bersih serta dapat makanan dan obat rutin setiap hari sampai saya sembuh,” tutur Dwi.
