“Selama tahun 2021 lalu kami sudah melakukan penambahan kerja sama bersama 8 FKTP yakni Klinik Halomedika, Klinik DPMPTSP, Klinik Iras Pratama, Klinik Atma Jaya, Klinik Lantana Medika, Kimia Farma tebet, Klinik Gedung Aneka Tambang dan Kimia Farma Menara Jamsostek. Selanjutnya melihat asumsi peserta JKN-KIS pada tahun 2022 diperkirakan akan bertambah dari yang awalnya 2.074.156 menjadi 2.112.165 atau memiliki selisih sebesar 38.009, untuk kebutuhan penambahan FKTP diwilayah Jakarta Selatan sendiri adalah sebanyak 12,” sebut Diah.
Selain itu, Diah juga mengutarakan berdasarkan data mapping kebutuhan FKTP wilayah Jakarta Selatan masih terdapat ketidakmerataan jumlah FKTP mitra per kecamatannya yang khawatir memiliki dampak terhadap optimalisasi pelayanan. Oleh karena itu, dia berharap dukungan dari Suku Dinas Kesehatan untuk mencapai target tersebut dengan membuat kesepakatan bersama dan publikasi terkait kebutuhan FKTP wilayah Jakarta Selatan.
“Terkait data-data yang sudah disampaikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan sebelumnya, kami dari pihak Sudinkes pastinya siap membantu dan mendukung rencana penguatan layanan melalui perluasan FKTP ini, mungkin untuk permulaannya kita bisa memfokuskan kepada penambahan FKTP di kecamatan yang masih minim jumlah FKTP yang bekerja sama,” timpal Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Sudinkes Kota Administrasi Jakarta Selatan, Dwi Sujadir. (DT/dv)
