Dalam kesempatan itu, Pemerintah bersama DPR membuka ruang untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Panja RUU DOB Papua tak ingin, ada aspirasi masyarakat Papua yang luput didengar.
Aspirasi masyarakat Papua diterima langsung oleh Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar sebagai perwakilan Pemerintah.

“Kami dengar baik-baik masukannya, RUU ini kan lahir dari aspirasi masyarakat, jangan sampai ada usulan atau aspirasi yang tidak terjaring,” kata Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar, Sabtu (25/6/2022).
Bahtiar memastikan, seluruh aspirasi akan menjadi masukan dalam tahap akhir penyusunan dan sinkronisasi tiga RUU DOB Papua sebelum nantinya dibawa ke Paripurna.
Ia juga mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung pemekaran Papua.
“Terimakasih untuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, seluruh masyarakat Papua, semoga langkah kita untuk semakin mensejahterakan masyarakat Papua dimudahkan Tuhan YME,” ujar Bahtiar.
Sementara itu Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Dolly Kurnia mengatakan, pihaknya telah meminta Pemerintah untuk membuat road map untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Papua, sehingga nantinya upaya untuk membangun Papua tak hanya berhenti pada pemekaran wilayah saja.
