Sedangkan catatan untuk Anies Rasyid Baswedan (Divisi satu), tingkat pengenalannya capai 83,4 persen, kesukaan 73,6 persen dan elektabilitasnya 14,6 persen.
Catatan Puan (Divisi satu), pengenalan 66,8 persen, kesukaan 53,4 persen, dan elektabilitas 2,0 persen.
Catatan Airlangga (Divisi satu), pengenalan 47,6 persen, kesukaan 65,6 persen, elektabilitas 4,5 persen.
Catatan untuk Ganjar Pranowo (Divisi satu). Saat ini (Juni 2022), tingkat pengenalan di angka 66.4 persen, dengan tingkat kesukaan 82.1 persen, dan elektabilitas 23.5 persen.
“Jika Ganjar nomor dua, dia juga tidak menguasai partai, dan jabatan gubernurnya selesai pada September 2023. Jika dia menjadi calon presiden dari PDIP, jika terpilih sebagai presiden, Ganjar potensial pula menjadi Ketum PDIP setelah Megawati. Ini juga dikhawatirkan para elit PDIP yang tetap menginginkan Ketum PDIP dari trah Soekarno,” ulas Adrian Sopa.
Bersama Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Puan Maharani, Airlangga dan Prabowo yang mengantongi elektabilitas tertinggi, menjadikan kelima tokoh tersebut berada pada divisi utama Capres atau Cawapres 2024.
