“Perjalanan yang panjang, dibutuhkan 30 tahun untuk mencapai semua apa yang dicita-citakan dari kecil dan itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia, keluarga, dukungan teman-teman yang ada di sini,” kata Greysia.
“Saya merasa kadang tidak pantas berada di sini, tapi saya benar-benar berterima kasih, dan saya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan,” tuturnya.
“Seperti yang Pak Menteri Zainudin bilang bahwa darah saya adalah bulutangkis. Saya hanya hidup lima tahun tidak bulubangkis, 30 tahun itu bulu tangkis,” ungkap Greysia.
“Bagi saya, tempat ini, begitu memorable. Pada 14 tahun silam, tim putri Indonesia yang tidak dipandang malah bisa maju ke final Piala Uber 2008,” kenang Greysia, yang juga masuk tim Indonesia.
Greysia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah RI, PBSI, keluarga, pelatih, pemain senior, junior seluruh teman dan lawan, para karyawan dan staf Pelatnas PBSI yang meski tidak terlihat langsung tapi semua berjasa besar bagi dirinya. Dan juga tidak lupa untuk klub yang membesarkan namanya Jaya Raya Jakarta. Pun untuk klub Eng Hian Badminton Academy (EBHA).
