Tak hanya itu,dia pun menilai Partai Perindo diyakni juga dapat mempersatukan rakyat Indonesia dalam bingkai NKRI.
“Pasca-Pilpres 2019 seolah-olah di masyarakat terjadi polarisasi dua kelompok, yaitu kubu pro dan kontra pemerintah. Keadaan ini harus diakhiri demi kepentingan dan kemajuan bangsa ini,” ujar SGY
Pria yang juga menjadi Pengamat Kebijakan Publik ini melanjutkan, meski Partai Perindo mendukung pemerintah, tetapi tetap bijak dalam mensikapi semua persoalan bangsa. Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo juga selalu menunjukan sikap cinta NKRI dan kebersamaan.
“Dari nama partainya saja sudah jelas, ‘Partai Persatuan Indonesia’. Hanya dengan persatuan dan bersatulah kita bisa membuat negeri ini maju dan mensejahterakan rakyatnya. Atas dasar ini, maka, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya bergabung ke Perindo,” tegas SGY.
Menyinggung, kemungkinan persaingan dan konflik internal yang selalu ada di partai politik, politisi senior di Jakarta ini, mengatakan, konflik adalah hal wajar. Namun harus pandai-pandai memanage konflik untuk tujuan membesarkan partai dan kepentingam masyarakat.
