Oleh karenanya dirinya berpendapat, adalah hal yang lumrah kalau ada kader partai menjagokan calon diluar internal partai, apalagi kontestasi Pilpres dan Pilkada masih lama.
” Apalagi saat ini Partai Gerindra belum secara resmi deklarasi siapa calon yang akan didukung di Pillres maupun Pilkada 2024 nanti,”tandasnya.
Terpisah, M Taufik justru terlihat irit bicara soal kisruh yang terjadi di partainya tersebut. Padahal, gugatan yang dilayangkan DPC Jaktim berawal dari rekomendasi pemecatannya yang masih diabaikan oleh DPP Gerindta.
“Gugatanya bukan buat saya, ngapain ditanggapi,”ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
Taufik pun mengaku, sampai sekarang statusnya masih kader Gerindra dan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra. “Mungkin kader di DPC Jaktim geram kok saya belum di pecat juga, makanya mereka melakukan gugatan,”terangnya.
Seolah ingin mengingatkan DPC Gerindra Jaktim, Taufik menyebut yang berhak dan bisa memecatnya adalah Prabowo, bukan DPC Gerindra Jaktim.
Diketahui bahwa DPC Partai Gerindra Jaktim menggugat DPP Gerindra agar memecat M Taufik. Mereka menggugat lantaran DPP Gerindra belum memecat M Taufik sebagaimana putusan Majelis Kehormatan Gerindra.
