IPOL.ID- Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menjadikan partisipasi International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat sebagai momentum pembelajaran penguatan ekosistem olahraga, mulai dari integrasi pembinaan atlet sejak usia muda, good governance, sport funding, sport marketing, serta peran dunia akademik sebagai pusat pembibitan dan pengembangan atlet.
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu rujukan pembinaan olahraga. Sebagai negara dengan populasi terbesar ketiga di dunia, AS konsisten menempati top three klasemen di setiap penyelenggaraan Olimpiade, bersaing bersama China dan Inggris Raya.
“Indonesia bangsa besar dengan 280 juta penduduk dan merupakan negara dengan populasi terbesar keempat setelah AS. Kita punya potensi, dan melalui IVLP, kami dapat melihat bagaimana AS membangun jalur pembinaan atlet dari scouting, usia muda, remaja, hingga elite, yang ditopang oleh ekosistem olahraga dan industri yang sudah sangat berkembang dan kuat. Semua sektor, mulai dari kampus, pengelolaan organisasi, pendanaan, industri, sport marketing, anti-doping, sport science, hingga entrepreneurship menjadi pilar-pilar ekosistem olahraga AS,” kata Okto, sapaan Raja Sapta, Selasa (7/6).

