Program berakhir di Los Angeles di mana NOC Indonesia mengunjungi Universitas California Los Angeles yang akan digunakan sebagai athletes village penyelenggaraan Olimpiade 2028.
Okto juga menilai bahwa peran kampus dalam sistem olahraga Amerika Serikat menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia. Universitas tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga pusat pembinaan atlet, riset, sport science, kompetisi, dan pengembangan karakter.
Okto menyampaikan apresiasi kepada U.S. Department of State, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, serta seluruh institusi yang telah menerima delegasi NOC Indonesia dengan hangat selama program berlangsung.
Ia berharap IVLP tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam memperkuat olahraga, pendidikan, kepemimpinan, dan people-to-people diplomacy.
“Olahraga adalah instrumen pembangunan bangsa, diplomasi, dan investasi jangka panjang bagi generasi muda. Dengan ekosistem yang kuat, tata kelola yang baik, pendanaan yang berkelanjutan, dan pembinaan yang konsisten, Indonesia dapat membangun fondasi yang lebih kokoh menuju prestasi dunia dan Olimpiade,” tutup Okto.

