“Hingga saat ini, BUMN lainnya seperti BRI, KAI, Askrindo, Jamkrindo, BTN, Surveyor Indonesia hingga Yayasan BUMN telah berkomitmen untuk turut memberi bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut dan Kota Bogor. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu masyarakat untuk pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” papar Lisye.
Jasa Marga juga masih terus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak bencana untuk memastikan jenis bantuan pokok dan darurat yang dibutuhkan tepat guna dan tepat sasaran. Jasa Marga mencatat ada sekitar 18 titik bencana banjir dan tanah longsor di Kota Bogor, khususnya di Kecamatan Tanah Sareal, yang menjadi Kecamatan di Kota Bogor yang paling terdampak.
“Kami juga masih akan terus mengkoordinasikan pengumpulan bantuan dari BUMN lainnya serta berkoordinasi dengan BPBD untuk pendistribusian kepada korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Garut dan Kota Bogor. Dengan diprediksinya curah hujan yang masih akan tinggi, kami juga meminta masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati akan potensi bencana yang terjadi,” tutup Lisye.
