Dari perspektif keamanan digital (digital safety), Ketua Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) Universitas Padjadjaran Pitoyo mengingatkan ihwal pentingnya keamanan digital saat menggunakan perangkat digital. Menurutnya, persoalan keamanan digital bisa menimpa siapa pun yang berada di dunia maya (internet), termasuk para petani dan nelayan.
Untuk itu, lanjut Pitoyo, pengguna digital harus teliti dan memeriksa sebelum menjalin pertemanan, melakukan privatisasi kehidupan sosial, menggunakan password yang kuat, dan mengaktifkan 2FA atau fitur keamanan tambahan dengan menggunakan proses verifikasi ganda untuk bisa mengakses sebuah akun.
”Ingat, keamanan berbanding berbalik dengan kemudahan. Sedikit ribet dan waspada akan membuat kita lebih aman di dunia digital, dan jangan lupa selalu berpikir kritis,” tandas Pitoyo di hadapan peserta webinar yang juga diikuti secara nobar oleh beberapa komunitas digital di Nusa Tenggara.
Sejak dilaksanakan pada 2017, Gerakan Literasi Digital Nasional telah menjangkau 12,6 juta warga masyarakat. Pada tahun 2022, Kominfo menargetkan pemberian pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta warga masyarakat.
