Kekuatan kedua Indonesia, sambung dia, adalah sumber daya alam melimpah. “Wilayah luas dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia pasti menjadi kekuatan besar jika kita kelola secara bijak dan berkelanjutan,” tegasnya.
Tetapi ada syarat yang harus diterapkan, yakni harus ada hilirisasi dan industrialisasi di dalam negeri. Ini supaya nilai tambahnya bisa maksimal untuk kepentingan nasional.
“Hal ini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan ekspor, menghasilkan devisa, meningkatkan pendapatan negara, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ucap mantan Wali Kota Solo itu.
Kekuatan ketiga, kata Presiden, adalah bonus demografi. Jumlah penduduk yang sangat besar yang didominasi oleh anak-anak muda usia produktif, serta daya beli masyarakat yang terus meningkat menjadi motor penggerak perekonomian dalam menghadapi kompetisi global.
Kekuatan keempat ialah kepercayaan internasional yang meningkat tajam. Presiden menyebut Indonesia diterima oleh Rusia dan Ukraina sebagai jembatan perdamaian, diterima negara-negara besar walau geopolitik sedang panas.
