Kondisi tersebut mendorong puluhan ribu pegawai negeri dari kementerian, badan pemerintah daerah, sekolah dan universitas, pengadilan dan bahkan kantor berita negara menggelar mogok kerja.
“Tak ada dari kami (pegawai negeri) yang mampu membeli sekilo daging atau ayam kecuali mungkin sebulan sekali. Hidup kami primitif, dan kami hanya membeli kebutuhan pokok,” keluh Walid. (ahmad)

