Data Mckinsey mencatat, laju inflasi di seluruh dunia melebihi ekspektasi pada Desember 2021. Dari proyeksi pada akhir tahun lalu, kenaikan inflasi per Juni 2022 mencatatkan kenaikan dua kali lipat.
Kondisi demikian terjadi di hampir seluruh negara di dunia. “Tapi tingkat inflasi di negara-negara Asia tidak terlalu tinggi dibandingkan proyeksi masing-masing negara. Kondisi terparah justru dialami negara Eropa. Inflasi di Lithuania misalnya, 15,5 persen per tahun atau lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan proyeksi inflasinya,” bebernya.
Kondisi laju inflasi yang lebih tinggi dibandingkan proyeksi itu memaksa bank sentral di seluruh dunia menaikkan suku bunga pinjamannya. Kendati demikian, kenaikan suku bunga bank sentral di hampir seluruh negara tidak mampu menyamai laju inflasi di negaranya.
Menko Perekonomian menuturkan, Indonesia masih tidak termasuk dalam catatan Mckinsey terhadap negara yang ikut menaikkan suku bunga. Ini membuat para analis menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi mereka.
