“Program Electrifying Agriculture memberikan banyak manfaat pada sektor pertanian, dengan menggunakan peralatan bersumber energi listrik maka minim polusi udara, lebih efisien dan efektif, serta dapat meningkatkan produksi pertanian,” paparnya.
Besarnya manfaat yang dirasakan membuat program Electrifying Agriculture diminati pegiat pertanian. Hal ini terlihat dari penambahan jumlah pelanggan Electrifying Agriculture hingga bulan Agustus 2022 sebanyak 185.720 pelanggan. Sedangkan total daya tersambung pelanggan Electrifying Agriculture pada periode yang sama sebesar 3.089 MVA.
Ketua Kelompok Tani Sumber Tani Desa Waimital, Muhammad Faturahman menjadi salah satu petani yang merasakan keuntungan memanfaatkan listrik dari Program Electrifying Agriculture, berupa penghematan biaya 37 persen untuk penggilingan padi dibanding dengan menggunakan BBM.
Faturahman menjelaskan, sebelumnya ia mesti mengeluarkan biaya Rp 16 juta hingga Rp 20 juta per musim tanam ketika menggunakan bahan bakar minyak (BBM) atau solar. Kini, ia bisa menghemat Rp 10 juta hingga Rp 12 juta sejak menggunakan listrik PLN.
