IPOL.ID – Di tengah maraknya polemik dan pembubaran agenda nonton bareng film ‘Pesta Babi’ di sejumlah daerah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) justru menghadirkan ruang diskusi terbuka.
Melalui bedah film yang diselenggarakan oleh Departemen Studi Pembangunan ITS pada Rabu (13/5/2026) malam, Kampus Pahlawan ini menegaskan perannya memberi ruang dialektika yang konstruktif bagi mahasiswa.
Diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Studi Pembangunan (HIMADEV), kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Kajian Agraria yang sejalan dengan isu yang diangkat dalam film tersebut.
Dengan menghadirkan jurnalis senior Harian Kompas Ambrosius Harto Manumoyoso dan dosen Studi Pembangunan Khairun Nisa SIP MA, diskusi ini berjalan melalui dua perspektif berbeda, yakni secara akademik dan jurnalisme.
Pada forum yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen tersebut, film yang mengangkat isu konflik agraria dan pembangunan di Papua dinilai sebagai studi kasus yang mampu memperkaya cara pandang mahasiswa terhadap suatu kebijakan publik yang berlaku. ITS menilai bahwa diskursus kritis terhadap suatu kebijakan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan tinggi.
