Produk Green Diesel Pertamina pun berhasil masuk pasar dunia. Kinerja Pertamina mendapat pengakuan dunia, di mana menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam Global Fortune 500.
Ketiga : Go Green
Di masa kepemimpinan Nicke, Pertamina berhasil membangun Green Refinery di Dumai dan Cilacap yang memproduksi produk energi hijau berbasis kelapa sawit seperti Green Diesel D100 dan Bioavtur. Bauran energi EBT meningkat melalui pembangunan PLTS di 238 SPBU (Green Energy Station), PLTS di kilang, dan blok hulu migas.
Program dekarbonisasi di kilang dan di blok migas telah berhasil menurunkan emisi karbon sekitar 6,2 juta metrik ton CO2. Produk B30 pun sukses menurunkan emisi karbon di sektor transportasi. Atas capaian ini, di tahun 2021 Pertamina berhasil meningkatkan ESG score sehingga menempati peringkat 15 dari 251 perusahaan energi dunia.
Keempat : Go Collaborative
Pertamina mengembangkan kolaborasi dengan berbagai pihak baik pemerintah, industri hingga perusahaan dunia. Di antaranya diwujudkan melalui kerja sama dengan ExxonMobil untuk Carbon Capture Utilitation & Storage serta kerja sama dengan Masdar & ACWA untuk pengembangan renewable energy di wilayah kerja hulu dan kilang.
