Di samping itu, Alwan Riantoby memberikan komentarnya, penunjukan Pj gubernur DKI bisa dilihat dari sisa-sisi, seperti sisi objektif, Presiden harus mampu menunjuk orang yang tepat menjadi Pj gubernur DKI Jakarta, sedangkan sisi subjektivitasnya, sosok ini tidak boleh berasal dari mereka yang punya kepentingan tertentu, harus dari birokrasi murni.
“Dengan masyarakat heterogen di Jakarta, tentunya kaum milenial juga berharap sosok Pj gubernur DKI yang terpilih mampu menjaga perdamaian di tengah masyarakat, milenial juga harus melek terhadap hal ini,” kata Alwan.
Alwan meyakini tiga sosok yang ada yakni Heru Budi, Bahtiar dan Marulah memiliki pengalaman panjang dan kapasitas yang mumpuni. Tidak ada track record korupsi.
“Yang harus dihighlight tentu adalah sosok terpilih Pj gubernur DKI harus memiliki pemahaman akan mampu lokalitas Jakarta, dan tidak lahir dari dugaan korupsi masa lalu,” tukas Alwan. (Joesvicar Iqbal)
