Ironisnya, Richard siap mengeksekusi korban dengan pikiran tenang dan matang serta tanpa ada keraguan sedikitpun karena sudah mengetahui jika menembak akan mengakibatkan dirampasnya nyawa korban.
“(Richard) langsung mengarahkan senjata api Glock-17 Nomor seri MPY851 ke tubuh korban, dan menembakkan senjata api miliknya sebanyak tiga atau empat kali hingga korban terjatuh dan terkapar mengeluarkan banyak darah,” beber Sumedana.
Tak sampai di situ, Ferdy Sambo kemudian juga menghampiri korban yang tergeletak di dekat tangga depan kamar mandi dalam keadaan tertelungkup dan masih bergerak-gerak kesakitan.
“Lalu untuk memastikan benar-benar tidak bernyawa lagi, Ferdy Sambo yang sudah memakai sarung tangan hitam menggenggam senjata api dan menembak sebanyak satu kali mengenai tepat kepala bagian belakang sisi kiri korban hingga meninggal dunia,” tambah Sumedana.(Yudha Krastawan)
