Soal studi kelayakan Pelabuhan Hambantota, penulis teringat dengan “formula Machiavelli”, sebuah narasi yang diperkenalkan oleh Flyfbjerg, pakar ekonomi infrastruktur. Formula Machiavelli mengotak-atik studi kelayakan proyek agar didapat hasil yang serba layak. Rumusnya: biaya pembangunan dikecil-kecilkan, pemasukan proyek di-overestimate, dampak sosial dan lingkungan dianggap remeh, dan manfaat ekonomi yang lebih luas dibesar-besarkan.
Flybjerg menyebut, hasil dari formula Machiaveli adalah proyek ‘survival of the unfittest’. Rekayasa tersebut lalu menyingkirkan pengeluaran kapital yang sebenarnya lebih dibutuhkan oleh rakyat. Pada level yang akut, beban utang akan membengkak sedang performa ekonomi melemah.
Kita lalu melihat ke dalam negeri kita dan menghitung persamaan demi persamaan. Rezim infrastruktur dan pinjaman dari China adalah fenomena yang mirip, dengan banyak proyek yang ternyata tidak menghasilkan untung. Infrastruktur tidak hanya menjadi salah satu proyek paling rawan korupsi, tapi juga terkait adu bukti warisan kemegahan antarpenguasa.
