Berbeda dengan salat biasa, setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Quran lainnya. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
Kemudian kembali melakukan ruku’ (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
Dilanjutkan dengan bangkit dari ruku’ (i’tidal).
Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, dan dilanjutkan dengan duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.
Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana raka’at pertama. Bacaan dan gerakan-gerakan di rakaat kedua lebih singkat dari sebelumnya.
Terakhir ditutup dengan salam.
Seusai salat, imam/khatib menyampaikan khutbah sebanyak dua khutbah seperti pada salat Idul Fitri atau Idul Adha. Khutbah berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, dan beristighfar serta disunahkan untuk bersedekah.
Dalil salat gerhana ini ialah sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”
