Pemain berganti-ganti berlatih di tiga lapangan yang disediakan tersebut. Mereka berpindah dari lapangan satu ke lapangan lain. Ini agar adaptasi dengan angin dan lampu di setiap lapangan bisa lebih maksimal.
“Latihan ini saya manfaatkan untuk penyesuaian saja. Maklum saya masih jetlag, merasa ngantuk setelah dari tur Eropa. Tidurnya belum normal. Tapi sejauh ini kondisi lapangan oke. Tidak ada angin. Cuma agak silau lampunya,” tutur Gregoria Mariska, pemain tunggal putri.
Nada serupa disampaikan Shesar Hiren Rhustavito. Pemain tunggal putra ini memanfaatkan latihan bersama Chico Aura Dwi Wardoyo, Christian Adinata, dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di main hall untuk beradaptasi dengan arena. Porsinya berupa latihan teknis dengan gim pendek.
“Memang tidak ada angin yang berhembus, namun tata lampunya menurut saya termasuk silau,” kata Vito sapaan akrab Shesar.
Diutarakan pelatih ganda campuran Amon Sunaryo, meskipun hanya sejam, para pemain bisa merasakan suasana arena yang bakal jadi tempat pertandingan. Anak asuhannya, Adnan Maulana, Amri Syahnawi, Winny Oktavina Kandow, dan Nita Violina Marwah pun diharapkan bisa beradaptasi dengan baik.
