IPOL.ID – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dalam sepekan terakhir memicu bencana pergerakan tanah di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang.
Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan serius pada hunian warga dan memaksa puluhan jiwa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan fenomena alam ini telah merusak sedikitnya tujuh unit rumah.
“Akibat kejadian ini, sebanyak tujuh unit rumah warga terdampak, dengan rincian empat rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah rusak sedang,” kata Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor, dalam keterangannya, Rabu (22/4).
Gejala pergerakan tanah ini sebenarnya sudah mulai dirasakan warga sejak Kamis (16/4) pekan lalu. Kondisi makin memburuk pada Minggu (19/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Hasil asesmen menunjukkan skala pergerakan tanah yang cukup luas. Tercatat, retakan tanah memanjang hingga 100 meter, dengan jarak pergeseran dari titik mahkota (puncak lereng) ke bawah mencapai sekitar 50 meter.
