Raden Ajeng Kartini merupakan sosok yang terus menjaga tradisi dan budaya Indonesia salah satunya dengan pemakaian kebaya. Namun di sisi lain pemikirannya sangat modern dengan kepedulian dan perjuangannya mewujudkan kesetaraan gender khususnya dalam bidang pendidikan.
Sepak terjang Kartini yang gigih kini telah dirasakan oleh perempuan Indonesia dengan tampilnya perempuan di panggung kehidupan. Hampir di semua lini, perempuan menduduki posisi strategis sama dengan laki-laki.
Namun ada yang membuat miris menjelang hari Pahlawan tahun 2022 ini. Warna merah yang selama ini kita pahami sebagai simbol keberanian dan kebaya sebagai simbol tradisi dan budaya bangsa telah mengalami pergeseran makna. Kebaya merah yang melambangkan perempuan penjaga tradisi dan pejuang pemberani berganti perempuan pemuas syahwat laki-laki.
Tidak percaya? Frase kebaya merah menjadi frase dengan pencarian tertinggi di jagad maya baik mesin pencarian Google, Twitter, maupun media lainnya dalam beberapa hari terakhir. Jika dibaca lebih lanjut, maka muncullah pemberitaan tentang peristiwa tindakan seksual yang terjadi di kota Surabaya. Apalagi tindakan itu dibuat sengaja, dijadikan komoditas yang diperdagangkan di dunia maya.
