Diceritakan Saut, kunci kemenangannya atas Lee Shun Yang adalah berkat dirinya bermain sabar dan tenang. Apalagi, karakter shuttlecocknya termasuk lambat.
“Tadi saya sudah mengeluarkan seluruh kemampuan, termasuk menerapkan strategi bermain sabar. Kendati menang, masih banyak yang harus dipelajari dari permainan tadi,” tambah Saut.
Sebelumnya, Syabda Perkasa Belawa juga tampil prima untuk maju ke perempatfinal. Unggulan kedelapan ini pun harus berjuang tiga gim sebelum berhasil mengandaskan harapan pemain Malaysia, Justin Hoh, 14-21, 21-17, 21-17.
“Tadi pertandingan cukup ketat karena lawan juga cukup bagus. Dia punya serangan yang bagus. Tadi gim pertama, saya kurang siap mengantisipasi serangan dia,” ucap Syabda.
“Kunci kemenangan tadi, saya lebih bermain sabar, mengantisipasi serangan lawan dan banyak menyerang dari permainan net. Meskipun begitu, tadi saya juga cukup banyak mati sendiri dan kurang konsisten kalau sudah unggul poin,” tambah Syabda.
Sementara di tunggal putri, kemenangan juga dipetik Aisyah Sativa Fatetani. Penghuni Pelatnas Cipayung ini berhasil maju ke perempatfinal dengan menggusur wakil Chinese Taipei, Lin Ying Chun, 21-15, 21-12.

