Pinggiran yang terendam dari bukit-bukit yang terendam di dataran pantai menyediakan daerah-daerah dangkal di mana akhirnya karang-karang itu tumbuh. Selama bertahun-tahun, karang tumbuh di atas bukit-bukit yang terendam ini membentuk pulau karang dan terumbu karang hingga sekarang.

Karang adalah hewan invertebrata laut, dibentuk oleh koloni polip. Polip memiliki tubuh kantung dengan tentakel yang muncul. Untuk melindungi tubuh lunaknya, polip menggunakan ion kalsium dan karbonat dari air laut untuk membuat kerangka luar yang keras.
Mereka muncul hanya di bawah naungan kegelapan untuk menangkap makhluk kecil. Ini bukan satu-satunya sumber makanan mereka. Alga, yang memberi warna pada karang, juga membantu polip bertahan hidup. Alga menyerap cahaya dari matahari dan selanjutnya menyediakan makanan bagi karang.
Perubahan kondisi dapat menyebabkan polip mengeluarkan alga, mengakibatkan pemutihan karang (bleaching). Pemutihan karang inilah yang berbahay sebab menunjukkan tidak sehatnya terumbu karang. Belaching memang tidak serta-merta membunuh semua karang. Namun, itu membuat terumbu karang kekurangan pasokan zat gizi dari makanan utama mereka, menempatkan mereka pada risiko kelaparan dan penyakit. Jika kondisi iklim dan perairan kembali normal, maka karang dapat pulih kembali dari pemutihan.
