Sebagai Presiden FIDE Zona 3.3 Asia yang baru, GM Utut Adianto menyampaikan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya ini sedapat mungkin bisa menyatukan Masyarakat Catur di Kawasan ASEAN dan Timur Jauh.
“Kita harus bisa menjembatani berbagai perbedaan atau persoalan yang ada, sehingga ke depan prestasi catur di zona 3.3 Asia akan semakin baik, karena kita memiliki potensi untuk melahirkan pecatur-pecatur andal,” ujarnya.
Selain memilih pengurus Dewan ACC periode 2022-2025, rapat yang dihadiri oleh federasi catur dari hampir seluruh negara ASEAN ini juga akan membahas berbagai hal, diantaranya adalah Kalender Turnamen Catur 2023-2025 untuk kawasan ASEAN, juga berbagai usulan terkait dengan kegiatan catur di Kawasan zona 3.3 Asia.
Negara-negara yang hadir dan mengikuti Asean Chess Confederation Annual General Meeting adalah Laos, Myanmar, Thailand, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina dan tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah. Anggota negara ASEAN yang berhalangan hadir hanya Kamboja. Sementara Timor Leste diusulkan segera bergabung. (bam)
