“Ada 4 jalur utama di DIY yang sering kali dipakai oleh wisatawan,” tambahnya.
Jalur utama itu diantaranya adalah Prambanan-Yogyakarta, Tempel-Sleman, Wonosari-Yogyakarta dan Wates-Yogyakarta. Oleh karenanya di jalur ini biasanya sudah terjadi kepadatan arus kendaraan meskipun bukan liburan.
Alternatif ke Sleman yaitu ruas Prambanan-Piyungan untuk menuju Bantul meliputi ruas Sampakan-Singosaren-Barongan-Palbapang atau ke Gunungkidul.
Ruas Tempel-Pakem-Cangkringan-Kalasan: ruas Klangon-Godean-Tempel, ruas Mlati-Balangan-Dekso, ruas Denggung-Korokulon Jogonalan. Dan ruas Klangon-Sedayu-Minggir-Tempel..ruas Brosot-Srandakan-Bantul, ruas Sedayu-Pandak: ruas Imogiri-Mangunan-Dlingo dan ruas Imogiri- Siluk-Panggang.
Untuk menuju Gunungkidul, jalur alternatifnya ruas Dlingo-Dodogan-Playen: Karangmojo-Semin-Blimbing: ruas Sambipitu-Nglipar-Semin-Bulu-Candirejo, dan ruas JJLS Panggang-Rongkop.
Terakhir pengendara yang hendak menuju Kulon Progo bisa melewati jalur alternatif antara lain ruas Tegalsari-Siluwok, ruas Sentolo Dekso-Klangon, ruas Temon-Toyan-Brosot: dan ruas JJLS-Jalan Nasional-Congot-Brosot Jembatan Timbang Kulwaru.
