Dia mengungkapkan, tujuan sebenarnya penangkapan anggotanya itu adalah untuk membelokan isu Audit KPU. Selain itu, desakan untuk membuka data SIPOL ke publik diganti dengan pemberitaan terkait penangkapan dan dugaan kekerasan.
“Hanya saja, mereka salah. Akan ada ribuan Ersa-Ersa lainnya yang siap ditangkap ketika hak demokrasi rakyat biasa dibungkam,” tandasnya.
Wahida menegaskan, upaya penangkapan dan tindakan intimidatif tidak akan mengendorkan semangat kader PRIMA dan SRMI untuk tetap mendesak agar KPU diaudit dan data parpol dalam SIPOL dibuka untuk publik.
“Kami menuntut agar kawan Ersa dibebaskan, hentikan tahapan pemilu sebelum ada audit terhadap KPU dan data SIPOL partai politik dibuka untuk rakyat seluas-luasnya,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
