“Sepanjang tahun 2022 ini layanan Transjakarta menjadi sorotan publik pengguna transportasi umum karena tingginya kecelakaan lalu lintas yang dialami dan masalah penumpukan penumpang di halte juga di dalam bus Transjakarta,” katanya.
Hingga sekarang, kata Azas, masalah krusial layanan Transjakarta adalah masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang dialami Transjakarta dan penumpukan – panjangnya antrian penumpang di halte juga di dalam bus Transjakarta.
Dalam catatannya, Transjakarta terlibat dalam 827 kecelakaan pada periode Januari-September 2022. Angka ini hampir tiga kali lipat dari total kecelakaan yang melibatkan bus transjakarta pada sepanjang 2021 lalu.
“Begitu juga sepanjang tahun 2022 ini kita lihat pada jam sibuk padat dan antrian panjang penumpang di halte juga padat berdesak-desakan di dalam bus Transjakarta. Catatan Akhir Tahun 2022 bagian Pertama Layanan Transjakarta ini akan menyoroti masih padatnya dan menumpuknya penumpang di halte juga di dalam bus Transjakarta sepanjangan tahun ini,” ungkapnya.
