“Total kerugian yang saya alami mencapai Rp800 juta. Buku-buku sejarah Bung Karno terbakar harganya Rp500 ribu udah pernah ditawar gak saya kasih, belum buku sejarah lainnya. Buku pelajaran matematika, Kimia Dasar, Kamus Bahasa Inggris, dan masih banyak lagi buku penting lainnya,” ujarnya.
Sejak tahun 1990 dia berdagang buku di Terminal Senen namun baru kali ini ada kejadian kebakaran. Saat ini, dia bingung harus mengadu kemana untuk membangun kembali kios dagangan bukunya itu. “Kita inginnya dapat bantuan dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat. Sebab, kios ini saya punya sendiri, ikut UMKM dan bayar pajak juga tapi mau ngebangun lagi tidak ada uang,” kata bapak dua anak itu.
Jon pun berharap dan meminta ganti rugi, tanggungjawab dari salah satu pemilik warung Lapo itu. “Karena saya pikir itu kelalaian ya, karena saat kios Lapo terbakar malah ditinggal kabur, ini kios juga dipasangi police line, mungkin saya akan minta pertanggungjawaban dari pemilik Lapo itu apa dimediasikan sama polisi atau gimana penyelesiaannya,” tandasnya.
