“Kami mencoba memberikan semuanya di lapangan. Terkadang keberuntungan bisa berada di pihak Anda. Jika kami memiliki kinerja yang baik, kami akan memiliki jalan yang lebih mudah untuk mencapai tujuan kami. Tapi ini sepak bola, ini olahraga, jadi terkadang tim terbaik mungkin tidak menang.”
Salah satu pemain yang dapat jadi penentu bagi Kroasia adalah Luka Modric. Pada usia 37 tahun Modric masih prima dan menjadi motor permainan Kroasia di lini tengah.
“Dia (Modric) adalah panutan bagi banyak dari kita – bukan hanya karena bakatnya tetapi juga sikapnya,” imbuh Scaloni.
“Yang bisa saya katakan adalah kita harus menikmatinya. Jika Anda menyukai sepak bola maka Anda harus menikmati pemain seperti dia.”
Dua pemain Argentina absen lawan Kroasia karena akumulasi kartu, yakni Marcos Acuna dan Gonzalo Montiel, tetapi Angel Di Maria dan Rodrigo de Paul berpeluang tampil. Hal itu diyakini Scaloni tidak akan mengubah gaya main timnya.
“Kami memiliki sistem kami sendiri, gaya kami. Tentu saja, dalam situasi tertentu kami perlu memperhitungkan bagaimana lawan bermain,” imbuh Scaloni.
