“Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan yang didapatkan kurang lebih sebesar Rp6,7 juta. Total hasil panen bawang merah yang kami peroleh sebanyak 32 ton, sehingga keuntungan yang diraup mencapai Rp536 juta,“ jelasnya.
Saharuddin dan anggota kelompok tani lainnya mengaku sangat senang dengan hasil panen bawang merah yang diperoleh begitu signifikan. Apalagi sebelum melakukan budidaya bawang merah, Kelompok Tani Saromase telah belajar dari daerah lain yang berhasil melakukan budidaya bawang merah.
Kepala Desa Lampoko Budiman menjelaskan, berkat program TJSL ini warganya kini lebih produktif dan etos kerjanya meningkat dengan signifikan. Banyak lahan-lahan kosong yang sebelumnya tidak digarap dan dianggap tidak subur kini berubah menjadi lahan pertanian yang produktif.
“Kami berterima kasih kepada PLN yang telah membantu kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian desa. Program ini memberikan banyak manfaat bagi warga desa untuk bercocok tanam dan lebih produktif,” tambahnya.
