Jorji berterima kasih terhadap dukungan publik Istora Senayan yang membuat permainannya terus semangat. Meski di gim pertama banyak melakukan kesalahan, teriakan penonton membuat Jorji makin bersemangat dan bisa mengeluarkan bentuk permainan terbaiknya.
“Saya kecewa dengan penampilan saya di gim pertama. Teriakan suporter membuat saya semangat dan saya senang dengan dukungan seperti itu,” tambah tunggal putri kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 itu.
Dengan hasil ini, Jorji akan menghadapi pemenang laga antara He Bing Jiao (China) vs Nozomi Okuhara (Jepang).
Menghadapi babak kedua turnamen berhadiah total 420 ribu dolar AS itu, Jorji bertekad tampil lebih baik ketimbang hari ini.
“Menghadapi laga besok, saya mau recovery terlebih dahulu. Saya tidak memilih lawan, siapa pun akan dihadapi karena kedau pemain tersebut sama bagusnya,” akunya.
“Ketimbang memikirkan lawan, saya lebih ingin fokus meraih hasil terbaik dan berusaha tidak mudah down ketika mengalami kekalahan,” pungkas Jorji.
Kemenangan Jorji atas Sung Shuo Yun menjadikan tunggal putri asal Wonogiri tersebut meraih hasil positif di dua pertemuan terakhir. Pada pertemuan terakhir di World Junior Mixed Team Championships 2015, Jorji menang dengan skor 21-11, 21-8. (bam)
