IPOL.ID – Dedi Mulyadi menyoroti aksi seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di SMKN 2 Garut yang memotong paksa rambut 18 siswi hingga viral di media sosial. Tindakan tersebut menuai perhatian publik karena dinilai membuat para siswi trauma dan enggan kembali bersekolah.
Menanggapi polemik itu, Dedi Mulyadi langsung menghadirkan guru BK terkait bersama sejumlah siswi untuk dimintai keterangan. Dalam pertemuan tersebut, Dedi mempertanyakan alasan razia yang berujung pada pemotongan rambut secara paksa.
“Apakah anak-anak ini pernah bolos? Rajin masuk? Yang jadi problem apa?” tanya Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal YouTube @LemburPakuanChannel, pada Kamis (7/5/2026).
Guru BK itu mengaku keresahan pihak sekolah berawal dari penampilan para siswi yang dinilai berlebihan. Menurutnya, penggunaan kosmetik hingga rambut berwarna dianggap mengganggu suasana sekolah.
“Yang meresahkan kami baru-baru ini tentang penampilan siswa. Mereka berkerudung cuma dalam hal badan, kosmetiknya berlebihan,” ujar guru BK tersebut.
