Kelompok makanan, minuman dan tembakau pada Desember 2022 mengalami inflasi sebesar 1,17% (mtm) sehingga menjadi penyumbang utama inflasi IHK DKI Jakarta dengan andil sebesar 0,25%. Inflasi pada kelompok tersebut terutama bersumber dari kenaikan harga beras, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah dan minyak goreng sejalan dengan meningkatnya permintaan pada HBKN Natal dan tahun baru.
Kelompok perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar juga mengalami inflasi sebesar 0,84% (mtm) dan menjadi penyumbang terbesar kedua inflasi IHK dengan andil sebesar 0,17%. Inflasi pada kelompok tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan harga pada komoditas kontrak rumah didorong oleh meningkatnya permintaan akan tempat tinggal sejalan dengan terus meningkatnya mobilitas masyarakat.
Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga turut menjadi penyumbang inflasi dengan inflasi sebesar 0,59% (mtm) dan andil sebesar 0,04%, yang didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan masih berlanjutnya kenaikan harga emas global.
