“Selain itu, ada kkegiatan pangan subsidi yang dilaksanakan oleh BUMD pangan DKI Jakarta bekerja sama dengan DKPKP dan Bank DKI serta pelaksanaan bazar pangan murah bersama PD Pasar Jaya dan Perumda Dharma Jaya serta Kunjungan pasar oleh PJ Gubernur dan 5 Walikota pada masing-masing wilayah administrasi guna memantau kecukupan pasokan dan kewajaran harga,” tutur Endang.
Ke depan, ucapnya, sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat untuk memastikan inflasi agar segera kembali ke sasaran yang telah ditetapkan.
Diakui Endang, tekanan inflasi pada bulan Desember 2022 meningkat akibat didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
“Berdasarkan perkembangan tersebut, inflasi DKI Jakarta untuk keseluruhan tahun 2022 tercatat sebesar 4,21% (yoy). Meskipun demikian, inflasi tersebut masih relatif terkendali dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional (5,51%, yoy) maupun inflasi provinsi lainnya di Pulau Jawa,” jelasnya.
