Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Lika-liku Penangkaran Rusa di Istana Bogor
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Lika-liku Penangkaran Rusa di Istana Bogor
Nusantara

Lika-liku Penangkaran Rusa di Istana Bogor

Timur
Timur Published 01 Jan 2023, 23:00
Share
6 Min Read
rusa totol istana bogor
Rusa totol di Istana Bogor pada awalnya didatangkan oleh Rafles dari perbatasan India-Nepal. Foto:djkn.kemenkeu
SHARE

Sebagaimana dikutip dari setneg.go.id, ide mengenai penangkaran rusa totol jinak diawali pada tahun 2015 saat Presiden Joko Widodo melihat ada seekor anak rusa yang bagian ekornya terluka, Melihat kejadian tersebut, Bapak Presiden melalui ajudan memerintahkan agar anak rusa yang terluka itu segera dirawat secara intensif oleh pihak terkait di Istana Kepresidenan Bogor selaku pengelola hewan koleksi Istana.

Sesaat setelah dilahirkan, seekor anak rusa biasanya disembunyikan sejenak di semak-semak dan ditinggalkan oleh sang induk untuk mencari makanan. Setelah itu, barulah sang induk kembali mendatangi persembunyian bayi rusa untuk disusui. Masalah timbul bila bayi rusa tersebut diganggu oleh hewan pemangsa seperti biawak, musang, atau binatang pengerat. Induk rusa tidak dapat lagi mengenali bayi rusanya dikarenakan bau tubuhnya telah berubah seperti bau tubuh hewan pemangsa yang berusaha memakannya. Hingga akhirnya, bayi rusa tersebut ditinggalkan oleh induknya. Hal ini menyebabkan meningkatnya angka mortalitas anak-anak rusa. Kondisi ini terutama terjadi pada saat musim kelahiran pada bulan Juni hingga Agustus.

Previous Page1234Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: bayi rusa, biawak, bogor, istana bogor, jabodetabek, kebun raya bogor, Nusantara, pemangsa, penangkaran rusa, Presiden Jokowi, rusa istana bogor, rusa totol
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article narkoba Nyambi Jual Ekstasi, Supir Truk Diringkus Polres Tanjung Perak
Next Article Teddi Prasetya Yuliawan, dunamis Meneropong 2023 dari Zona-Zona Perubahan

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260510 WA0035
HeadlineNews

Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

Olahraga
Tutup Penataran Pelatih Anggar 2026, Ketua IKASI DKI Ghozi Zulazmi: Kami Harap Anggar dapat Populer di Sekolah-Sekolah
10 May 2026, 22:52
HeadlineJabodetabek
BMKG Prediksi Malam ini Jakarta Berpotensi Hujan
10 May 2026, 17:03
HeadlineOtomotif
Jorge Martin Rajai MotoGP Prancis, Marquez Kecelakaan
10 May 2026, 21:15
HeadlineNasional
117.452 Jamaah Mulai Tiba di Arab Saudi Jalani Ibadah Haji
10 May 2026, 16:07
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?