Bagi AHY, dua keadilan ini, bersama driving force lainnya, akan mengarah pada kemakmuran untuk semua, menuju Indonesia yang maju dan mendunia.
Dari sini, kita bisa membaca relasi “Keadilan Sosial” yang diusung Anies, dan “Indonesia untuk Semua” yang digaungkan AHY. Yup, keduanya memiliki garis perubahan yang sama.
Kesamaan mereka setidaknya dilatarbelakangi oleh dua faktor. Pertama, kegelisahan yang sama menyaksikan situasi Indonesia sepanjang delapan tahun terakhir cenderung mengabaikan keadilan sosial bagi rakyatnya.
Betapa tidak? Di tengah jor-joran pembangunan infrastruktur mercusuar, riset Harian Kompas melaporkan ada 183,7 juta orang Indonesia yang tak bisa mengakses makanan bergizi seimbang. Sepanjang pemerintahan Jokowi, bahkan sebelum pandemi, persentase penduduk miskin hanya turun di kisaran 1 persen.
Tak heran bila sejumlah survei Litbang Kompas sepanjang 2022, menggambarkan ketidakpuasan publik terhadap kerja pemerintahan cenderung naik. Kenaikan ini berada di tiga aras, yakni penegakan hukum, perekonomian, dan kesejahteraan sosial.
