Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Begini Cara Merealisasikan Resolusi Konsisten Berinvestasi 
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > Begini Cara Merealisasikan Resolusi Konsisten Berinvestasi 
Ekonomi

Begini Cara Merealisasikan Resolusi Konsisten Berinvestasi 

Iqbal
Iqbal Published 12 Feb 2023, 19:26
Share
5 Min Read
KV Ajaib App New
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 berhasil tumbuh 5,31%. Hal ini menunjukkan, potensi perekonomian nasional terus beranjak pulih lebih cepat dan kondisi perekonomian Indonesia akan semakin membaik pada tahun 2023 ini. Foto: Ajaib
SHARE

IPOL.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 berhasil tumbuh 5,31 persen, lebih tinggi dibanding capaian 2021 yang mengalami pertumbuhan 3,7 persen.

Hal ini menunjukkan, potensi perekonomian nasional terus beranjak pulih lebih cepat dan kondisi perekonomian Indonesia akan semakin membaik pada tahun 2023 ini.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini diproyeksi akan melanjutkan tren positif. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3 persen, dan akan terus meningkat menjadi 4,7-5,5 persen pada 2024.

Perekonomian Indonesia didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan tetap positifnya kinerja ekspor di tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

Baca Juga

Ilustrasi zodiak untuk minggu baru selalu membawa kemungkinan baru. Foto: Istcok @bymuratdeniz
Ramalan Zodiak Minggu Ini 26 April 2026: Cinta Menghangat, Keuangan Perlu Waspada
Menkeu Pimpin Sidang Debottlenecking ke-5, Bahas Hambatan Impor dan Investasi di Indonesia
Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Senilai USD38,4 Miliar di Washington DC

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani, menjelaskan secara historis performa IHSG satu tahun (12 bulan) sebelum diselenggarakan pemilihan umum (pemilu) presiden dalam 3 periode terakhir sebagian besar ditutup menguat, misalnya pada pemilu periode 2009, 2014 dan 2019 IHSG mengalami penguatan masing masing 13,2 persen, 10,9 persen dan 7,7 persen.

Selain itu, DPR bersama pemerintah juga sepakat mengenai besaran anggaran pemilu tahun 2024 senilai Rp76,6 triliun, melonjak 199 persen dibandingkan anggaran pemilu tahun 2019 sebesar Rp25,59 triliun. Sejalan dengan itu, anggaran pemilu berpotensi menopang konsumsi dan ekonomi nasional.

“Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan potensi terus bertumbuhnya perekonomian Indonesia, akan menjadi momentum untuk #WaktunyaKonsisten investasi dalam mewujudkan resolusi yang telah kita canangkan di awal 2023 ini,” kata Chisty Maryani.

Chisty menjelaskan, sebelum memulai konsisten untuk berinvestasi, setiap investor harus menentukan tujuan dan jangka waktu investasi. Keduanya merupakan langkah dasar agar investasi lebih terarah dan konsisten dalam mencapai keinginan dalam investasi.

“Tujuan investasi dapat berupa biaya untuk menikah, membeli rumah, menyiapkan dana pensiun, dan lain-lain. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi agar tidak kehilangan motivasi dan tetap konsisten,” katanya.

Menurut Chisty, setelah menentukan tujuan investasi, ada metode investasi yang dapat dilakukan agar investor dapat konsisten dan rutin melakukan investasi layaknya menabung. Metode investasi ini disebut dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini dilakukan secara berkala, konsisten, dan rutin dalam setiap periode.

“Dollar cost averaging adalah strategi investasi dengan jumlah yang tetap, dilakukan secara berkala, dan dalam kurung periode waktu tertentu tanpa mempertimbangkan posisi harga sahamnya,” kata Chisty.

Chisty mencontohkan, investor dapat menyisihkan Rp1 juta  setiap bulan untuk berinvestasi di pasar saham, baik itu pasar saham sedang naik atau turun. Dengan alokasi rutin dan konsisten maka investor dapat mengurangi risiko kerugian karena melakukan investasi secara berkala, sehingga investor mendapatkan nilai rata-rata yang baik di tengah volatilitas harga saham.

Menurut Chisty, dengan menerapkan DCA maka konsistensi berinvestasi tetap dapat berjalan meskipun IHSG sedang naik atau turun. Metode DCA melatih disiplin diri sebagai investor perseorangan, dengan komitmen untuk berinvestasi secara konsisten sesuai target yang telah ditetapkan agar hasil yang lebih besar di masa mendatang.

Menurutnya, ada empat keuntungan dari strategi DCA untuk investor, yaitu, pertama, mendapatkan harga rata-rata saham yang optimal. Ketika menerapkan metode ini, investor pun tidak perlu terlalu mengkhawatirkan volatilitas harga saham dan tetap melakukan pembelian. Hal ini membuat kerugian dalam portofolio menurun, sehingga harga rata-rata sahamnya membaik.

Kedua, membantu konsisten berinvestasi. Metode ini dapat mengurangi risiko penurunan nilai investasi yang ada dan membentuk kebiasaan baik dalam berinvestasi. Ketiga, membantu mengontrol emosi dalam pengambilan keputusan investasi.

“Naik turunnya harga saham kadangkala membuat investor lebih emosional. Ketika harga saham naik, ada kecenderungan untuk membeli saham dalam jumlah besar demi meningkatkan keuntungan. Sebaliknya, ketika harga turun, biasanya investor terburu-buru cut loss agar tidak rugi lebih dalam,” katanya.

Keempat, sederhana dan mudah. Strategi ini cukup sederhana karena konsisten menabung dalam jumlah yang sama di setiap periodenya tanpa mengkhawatirkan kondisi apapun di pasar. Metode ini biasanya disarankan untuk investor pemula sebab tidak memerlukan perhitungan yang rumit.

“Namun metode DCA ini tidak cocok diterapkan dalam emiten yang tidak bertumbuh atau emiten yang terus merugi karena kinerja perusahaan yang buruk. Untuk itu, penting bagi setiap investor untuk memahami fundamental setiap emiten mana yang cocok dengan profil risiko dan tujuan investasi,” kata Chisty.

Kamu bisa memulai #WaktunyaKonsisten investasi dengan aplikasi Ajaib. Aplikasi Ajaib telah dipercaya lebih dari 2 juta investor Indonesia, dan menawarkan platform investasi saham dan reksadana dengan proses pendaftaran mudah, 100% online, dan tanpa minimum investasi. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Aplikasi, Investasi, keuangan
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Menag biaya haji Menag Instruksikan Percepatan Sertifikasi Halal Produk dan Kantin Kemenag
Next Article whataspp okeh sip Fitur WhatsApp yang Bikin Anda Makin Lengket dengan Pasangan di Hari Valentine

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi Tanda Zodiak. Foto: Istock @bymuratdeniz
Gaya hidup

12 Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 9 Mei 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan

nofollow
Viral Video Remaja Diduga Mesum di Taman Balai Kota Panggul Trenggalek
09 May 2026, 16:33
Hukum
Pengusaha Heri Black Absen dari Panggilan KPK
09 May 2026, 10:18
Ekonomi
Tampil di FHA 2026, Dukungan BRI Bantu UMKM Asal Papua “Japamo” Tarik Minat Buyer Internasional
09 May 2026, 11:28
Nasional
Jejak Bakti untuk Negeri, 8 Insan PLN Terima Tanda Kehormatan dari Presiden RI
09 May 2026, 12:32
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?