Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Chatbot Whatsapp Cegah Stunting di Posyandu Jakarta Jadi Perhatian Menkes
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > Chatbot Whatsapp Cegah Stunting di Posyandu Jakarta Jadi Perhatian Menkes
Nasional

Chatbot Whatsapp Cegah Stunting di Posyandu Jakarta Jadi Perhatian Menkes

Iqbal
Iqbal Published 22 Feb 2023, 16:25
Share
3 Min Read
menkes bgs 1
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: Setkab
SHARE
IPOL.ID – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, meninjau pemanfaatan Chatbot Whatsapp di Posyandu Balita Cempaka III, DKI Jakarta, Rabu (22/2).
Chatbot Whatsapp dimanfaatkan untuk pencatatan data pengukuran dan penimbangan Balita di Posyandu untuk mencegah stunting.
Menkes mengatakan, pengukuran berat badan dan tinggi badan harus dilakukan berdasarkan nama dan alamat anak. Hal itu untuk mempermudah kader Posyandu mengidentifikasi anak-anak mana saja yang punya potensi stunting.
”Kita ingin kalau ada anak berpotensi stunting langsung diberi intervensi berupa makanan berprotein hewani setiap hari,” ujarnya.
Chatbot WhatsApp digunakan oleh kader Posyandu untuk mempermudah pengisian data kesehatan anak. Melalui chatbot whatsapp tersebut kader Posyandu bisa memasukkan data-data anak mulai dari nama, berat badan, dan tinggi badan.
Nantinya, data kesehatan anak yang dientri ke dalam Chatbot WhatsApp bisa dipantau langsung oleh gubernur sampai kepala Puskesmas.
Setelah pencatatan melalui Chatbot WhatsApp selesai dilakukan, secara otomatis akan muncul grafik tumbuh kembang beserta status gizi Balita dan rekomendasi untuk upaya tindak lanjut yang dapat disampaikan oleh kader Posyandu kepada orangtua Balita.
Data tersebut akan langsung terhubung dan tersimpan pada dasbor aplikasi sehat Indonesia ku (ASIK) di Puskesmas yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT. Nantinya, para orangtua juga bisa mengetahui informasi tersebut di SATUSEHAT Mobile yang dapat diakses melalui ponsel.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan DKI sudah sangat siap memberikan bantuan untuk intervensi stunting. Bantuan tersebut berupa makanan bergizi baik itu di tatanan sekolah atau di Puskesmas.
”Kalau anak-anak sudah mendapatkan bantuan sesuai dengan klasifikasi warganya sudah tidak ada alasan lagi untuk ragu meningkatkan status gizinya mencegah stunting, karena Pemda DKI sudah memberikan makanan bergizi berupa daging ayam, telur, dan ikan untuk mencegah stunting,” ucap Heru.
Chatbot WhatsApp mulai diperkenalkan dan diterapkan perdana di DKI Jakarta melalui penyelenggaraan training of trainer bagi tenaga Puskesmas di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Senin (20/2).
Terdapat 100 peserta lebih yang mengikuti pelatihan ini yang merupakan perwakilan tenaga Puskesmas yang berasal dari 44 kecamatan di DKI Jakarta. Chatbot WhatsApp mulai dapat digunakan para kader Posyandu pada Selasa (21/2).
Setelah DKI Jakarta, pencatatan data tumbuh kembang Balita melalui chatbot WhatsApp akan diperluas untuk Posyandu di 50 kabupaten/kota lain secara bertahap yang dimulai pada bulan Maret 2023 mendatang.
Posyandu Cempaka III biasa melalukan pemeriksaan setiap 1 bulan sekali. Kegiatan dilakukan pada tanggal 20 sampai 23 setiap bulannya.
Salah satu kader Ellyssa Agustina menjelaskan pelayanan di Posyandu dilakukan melalui tahap pendaftaran setelah itu anak ditimbang berat badan dan diukur tinggi badan, kemudian dicatat.
”Pencatatan dilakuan 2 metode, pertama pencatatan manual untuk kader, kemudian satu lagi pencatatan melalui link. Kader Posyandu juga melakukan penyuluhan tentang gizi, tentang tumbuh kembang anak,” ucapnya.
Posyandu Cempaka III juga bekerja sama dengan lintas sektor kesehatan yaitu bidan dan suster. Anak-anak akan diberi imunisasi dan vitamin A setahun 2 kali. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Budi Gunadi sadikin, Chatbot WhatsApp Cegah Stunting, Kemenkes, menkes, posyandu
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article b7898377 d5be 41cc 8988 f5f746e993e3 Beberkan Informasi dan Pencapaian, Ditjen Dukcapil: Perekaman KTP-el Capai 199,7 Juta
Next Article RD Waspadai Tiga Hal Kelebihan Persija 1677004750 Barito Putera Waspadai 3 Hal Kelebihan Persija

TERPOPULER

TERPOPULER
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Foto PSSI
Olahraga

Hasil Drawing Liga 4 Piala Presiden 2026, Federasi Bagi 64 Klub ke 16 Grup

Headline
Polisi Tembak Mati Pencuri Motor yang Tewaskan Anggota Intelkam Polda Lampung
15 May 2026, 14:45
Jakarta Raya
Ada Temuan Peredaran Narkoba di B-Fashion dan The Seven, Dinas Parekraf DKI Berikan Sanksi Tegas
15 May 2026, 17:57
HeadlineOlahraga
Semen Padang Babak Belur Dihajar 0-7, Persebaya Surabaya di Kandangnya
15 May 2026, 19:31
Headline
Hari Ini, Gerindra Periksa Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok Saat Rapat
15 May 2026, 13:01
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?