Tutty pun berkeinginan majelis taklim lebih bermartabat, bukan hanya sebagai tempat belajar-mengajar keislaman, namun memberikan kontribusi dan peranannya untuk umat dan masyarakat.
“BKMT pun membuktikan, menjadi pioniir organisasi majelis taklim terbesar yang bersifat independen tanpa afiliasi dari pihak manapun,” kata Syifa kepada awak media, Selasa (21/2/2023).
Hingga di 1991, pada dasawarsa BKMT, Ustazah Tutty menyelenggarakan acara kolosal di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan menghadirkan Ibu Tien Soeharto. Lalu berlanjut selama lima kali perhelatan akbar di stadion utama ini dan disaksikan oleh para pemimpin negara.
“Acara besar ini menjadi tolak ukur penyelenggaraan acara-acara besar BKMT. Tidak kurang dari 100 ribu jamaah majelis taklim berkumpul dan menjadi syiar semangat bagi BKMT di seluruh Indonesia,” kata Syifa.
Kiprah BKMT pun semakin meluas, ditandai dengan makin banyaknya keberadaan BKMT di setiap provinsi di seluruh Indonesia. Kini di usianya yang ke 42, BKMT telah berada di 33 provinsi, 400 lebih kabupaten, dan ribuan kecamatan, dengan estimasi anggotanya hampir satu juta orang.
