Kepala BSPJI Padang, M. Nilzam menyampaikan, kegiatan pembinaan pada IKM tenun dilakukan melalui bimbingan teknis dan konsultansi teknologi berupa perencanaan tempat pencelupan, persiapan bahan pewarna, proses dan tahapan pencelupan, dan uji coba proses pewarnaan benang tenun.
“Dalam kegiatan ini selain diberikan bimtek juga dirancang peralatan proses pencelupan untuk mewarnai benang tenun pada skala yang lebih besar,” terangnya.
Pengunaan peralatan ini juga dapat meningkatkan efisiensi proses pencelupan dan dihasilkan warna benang yang lebih merata.
Selain itu, warna yang dihasilkan lebih kuat (intens) karena proses pencelupan dapat dilakukan dalam suasana panas. “Proses pencelupan pada kondisi panas dapat mempercepat penyerapan difusi zat warna ke dalam serat benang,” tandasnya.
Bahkan, jika ditinjau dari aspek kelayakan ekonomi, penggunaan warna alam juga memberikan efisiensi yang tinggi, apabila dibandingkan dengan penggunaan warna sintetis.
“Dengan biaya produksi sekitar Rp23,8 juta per bulan, bila terjual akan didapatkan penerimaan sekitar Rp36 juta, sehingga akan memberikan keuntungan lebih kurang Rp12,2 juta per bulan,” sebut Nilzam.
