Menteri PUPR berharap dengan penandatanganan fasilitasi kredit ini, dapat meningkatkan pelayanan air minum di DKI Jakarta, serta mendukung iklim investasi Indonesia, khususnya bidang air minum.
“Saya ucapkan selamat pada dan terima kasih pada Sindikasi Kreditur sudah mendukung proyek Pemerintah Indonesia untuk melayani rakyat melalui skema KPBU ini. Saat ini cakupan pelayanan perpipaan air minum masih 65%, dan dengan 3 proyek tersebut mudah-mudahan target 100% pada tahun 2030 dapat tercapai,” jelas Basuki.
CEO PT Moya Indonesia Mohamad Selim berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian PUPR dan Pemprov DKI Jakarta. “Penandatanganan fasilitas kredit antara PT Air Bersih Jakarta dan 8 konsorsium keuangan merupakan awal dari milestone project SPAM DKI Jakarta. Terdapat perencanaan bahwa pada 2 tahun pertama, kami akan membangun 2500 km pipa yang melayani 350.000 Sambungan Rumah (SR). Kalau tidak ada halangan yg berarti, April kita akan memulai pekerjaan ini,” jelas Mohamad Selim.

