Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Pasrah Putusan KPU, Golkar Rela Kursi DPRD DKI Hanya 106
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Pasrah Putusan KPU, Golkar Rela Kursi DPRD DKI Hanya 106
Politik

Pasrah Putusan KPU, Golkar Rela Kursi DPRD DKI Hanya 106

Farih
Farih Published 17 Feb 2023, 22:20
Share
3 Min Read
7c9cf78e e6cb 485f 9dbd a525460403d0
Ketua DPD Partai Golkar, Ahmed Zaki Iskandar mengaku menerima keputusan KPU terkait jumlah Kursi DPRD DKI Jakarta. Foto: IG Golkar Jakarta
SHARE

IPOL.ID – Ketua DPD Partai Golkar, Ahmed Zaki Iskandar menerima atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyebutkan kursi DPRD DKI Jakarta hanya 106. Menurutnya, partai politik tidak memiliki waktu yang cukup untuk menghadapi Pemilu 2024 jika kursi DPRD DKI Jakarta diputuskan maksimal 120 kursi sesuai Undang-undang.

“Menerima keputusan KPU. Partai Golkar DKI Jakarta memutuskan untuk menerima keputusan KPU,” ujar Zaki dalam pesan singkatnya, Jum’at (17/2/2023).

Menurutnya, peluang penambahan penambahan kursi DPRD DKI Jakarta bisa dilakukan pada Pemilu 2029 nanti. Sebab, ucapnya, waktu Pemilu 2024 tinggal satu tahun lagi.

“Lebih baik nanti konsentrasi penambahannya di pemilu 2029. Karena waktu penyelenggaraan (Pemilu 2024) yang sudah mepet, tinggal 1 tahun. Semua parpol juga punya peluang yang sama,” katanya.

Sebelumnya, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No 6 Tahun 2023 mendapat sorotan tajam dari aktivis Jakarta. Pasalnya, dalam Peraturan KPU ini ditetapkan jumlah anggota DPRD DKI Jakarta adalah 106 kursi dengan 10 daerah pemilihan (Dapil).

“Masyarakat mempertanyakan kenapa parpol yang ada di Jakarta diam saja, tidak melakukan protes atau menggugat Peraturan KPU no 6 tahun 2023 itu. Sehingga, keterwakilan rakyat di DPRD DKI Jakarta tidak maksimal,” ujar Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad, Rabu (15/2/2023).

Menurutnya, peraturan KPU itu berdampak langsung dengan perolehan kursi partai politik di Jakarta. Sebab, ucapnya, sesuai undang-undang kekhususan Jakarta nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia mengatur jumlah kursi DPRD DKI Jakarta maksimal 125 persen dari jumlah maksimal.

“Dalam pasal 12 poin 4 UU No 29 tahun 2007 disebutkan bahwa anggota DPRD DKI Jakarta berjumlah paling banyak 125 persen dari jumlah maksimal. Tapi ini kok tetap 106 kursi, dari mana alasan rasionalnya. Apalagi Jakarta tidak memiliki DPRD Kabupaten/Kota,” kata Syaiful mempertanyakan.

Sebab, ungkapnya, pada Undang-undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 188 poin 1 disebutkan bahwa jumlah kursi anggota DPRD DKI Jakarta berkisar 35 -120. Kemudian, lanjut Syaiful, pada pasal 188 poin 2 UU Pemilu dijelaskan bahwa Provinsi dengan jumlah penduduk 11 juta – 20 juta alokasi kursi 100.

“Saat ini, Jumlah penduduk DKI Jakarta mengacu data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) tahun 2022 berjumlah 11.249.595 jiwa. Maka, seharusnya jumlah alokasi kursi DPRD DKI Jakarta mencapai 125 sesuai UU Kekhususan Jakarta. Tapi, mengacu Uu nomor 7/2017 tentang pemilu, pasal 188 (1) jumlah kursi anggota DPRD DKI Jakarta maksimal 120,” jelasnya.

Syaiful menegaskan, semakin banyak jumlah wakil rakyat di DPRD DKI Jakarta akan semakin besar peluang bakal calon legislatif untuk mewakili rakyatnya di daerah pemilihan masing-masing. Sehingga, ucapnya, aspirasi rakyat untuk pembangunan Jakarta ke depan akan semakin terserap dengan baik.

“KPU kan harusnya menjalankan undang-undang. Kenapa peraturan KPU itu tidak sesuai Undang-undang Pemilu dan UU Kekhususan Jakarta. Anehnya, partai politik juga diam saja, tidak menggugat KPU. Ada apa ini?” tandasnya. (Peri)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: DPRD DKI Jakarta, golkar, kpu, kursi dprd dki
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article IMG 20230131 WA0100 Kejagung Tempuh Upaya Hukum Banding Atas Vonis Ferdy Sambo Cs, Kecuali Richard
Next Article 15c4573a 3380 4b67 829e 9bcc92b58b38 Warga Miskin Ekstrem di Jakpus Nihil, Aktivis: BPS Kemana?

TERPOPULER

TERPOPULER
OKM
Nusantara

Viral! Pemotor Diduga Oknum TNI Ngamuk ke Ambulans

Headline
3 WNI Ditangkap di Makkah, Diduga Tawarkan Haji Fiktif via Medsos
30 Apr 2026, 10:41
Ekonomi
Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026
30 Apr 2026, 08:57
Ekonomi
BPJS Ketenagakerjaan Pluit Jamin Pemulihan Peserta Korban KA Tabrakan Bekasi Timur
30 Apr 2026, 08:52
Hukum
KPK Periksa Direktur PT Agung Pradana Putra dan Pejabat Daerah untuk Dalami Korupsi Proyek Gedung Pemkab Lamongan
30 Apr 2026, 09:45
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?