Jawabannya benar. Suara tepuk tangan memenuhi ruang. Renny lalu memberi hadiah sebuah cincin yang sedang dikenakan di jari tangannya.
“Alhamdulillah. Saya senang sekali mendapat hadiah yang tidak disangka-sangka dari seorang penyanyi tenar,” kata Nita Aprilia Anggreini, mahasiwi STAI Syekh Jangkung yang menjawab pertanyaan Renny itu.
Setelah Renny, berikutnya Yudhistira Massardi kembali mengisi acara membacakan puisi “Rudi Jalak Gugat”. “Untuk membacakan puisi panjang ini saya dibantu dua nona-nona di samping saya ini,” kata Yudhis.
Dua nona yang dimaksud adalah sang istri Siska Massardi yang juga berprofesi sebagai pendidik, dan Wita Yudarwita, dramawan dan aktivis Teater Bulungan (Jakarta Selatan).
Menutup rangkaian acara di STAI Syekh Jangkung ini tampil pula pembaca puis dari tuan rumah yaitu Iqbal, lalu kemudian dlanjutkan dialog dengan hadirin.
Dosen STAI Syek Jangkung Mohamnad Sugianto mengaku senang dengan kehadiran penyair Yudhistira Massardi dan kawan-kawan di kampus kecil ini.
“Bisa dikatakan belum pernah ada acara seperti ini. Luar biasa. Ini jadi seperti makanan spiritual, menyirami jiwa-jiwa yang kering,” katanya.

