Meski belum dipastikan kebenaran kasusnya, namun pihak Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur mengimbau seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Cakung untuk mencegah kasus penculikan anak.
“Saya juga tidak tahu persis informasinya, cuman saya tebak percobaan penculikan. Untuk antisipasi kita tingkatkan keamanan peserta didik kita, jaga amankan,” ujar Anib pada wartawan di Jakarta Timur, Jumat (3/2).
Kepala Sekolah tempat korban, Maryati mengatakan, kejadian dialami anak didiknya bermula ketika korban saat berjalan kaki berangkat sekolah sekira pukul 09.00 WIB.
Berdasar keterangan korban, lima pelaku merupakan pria yang secara perawakan sudah tua atau bapak-bapak bermodus menawarkan korban masuk ke mobil dengan tawaran bermain game.
Guna mencegah kasus serupa pihaknya mengimbau agar para siswa tidak mudah percaya jika diajak orang tak dikenal, dan meminta para orang tua untuk turut mengawasi anak didik.
Pihak sekolah juga meminta kepada para orang tua agar segera berkoordinasi bila terlambat menjemput anak-anak ketika jam pulang belajar, sehingga tidak terjadi hal tak diinginkan.
