Di sisi lain, tegasnya, Heru Budi Hartono pun harus bisa melakukan efesiensi dan penyisiran anggaran daerah. Menurutnya, anggaran belanja daerah yang bersifat pemborosan wajib dipangkas.
“Jakarta ini kota dengan anggaran sangat besar. Pada era eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saja, total APBD Pemprov DKI Jakarta berkisar Rp. 400 triliun. Namun masalah banjir, macet dan sampah termasuk pembangunan pengohan sampah modern (ITF) tak kunjung rampung. Ini baru tentang tiga masalah klasik Jakarta, belum lagi masalah lainnya,” ungkapnya.
Bila panas setiap permasalahan Jakarta, tegasnya, ada di tangan Heru Budi Hartono. Untuk itu, pihaknya mendorong agar Heru Budi wajib melibatkan masyarakat dalam membuat kebijakan.
“Dengarkan suara masyarakat, bukan suara para pembisik. Akhirnya kita berharap kepada Pj Gubernur Heru Budi Hartono. Jadikanlah pembangun Jakarta sesuai dengan program dunia, yakni Sustainable Development Goals (SDG’s) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sehingga Jakarta bisa lebih maju dan masyarakatnya sejahtra yakni, tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, air bersih dan sanitasi layak, berkurangnya kesenjangan dan lainnya,” tuturnya. (Peri)
